top

a
a
TOP VIDEO
video

KARTUN
karikatur

INFO BITUNG
TELEPON | PELABUHAN | LAYANANKESEHATAN | RENTAL
Senin, 21 November 2011 - 18:30

Beronthel Ria di Ibu Kota


Beronthel Ria di Ibu Kota

TERKAIT

Jakartapress.com - Di Indonesia, perkembangan sepeda lebih banyak dipengaruhi oleh kaum penjajah, terutama Belanda. Mereka membawa sepeda produksi negerinya untuk dipakai berkeliling menikmati segarnya alam nusantara.

Kebiasaan itu menular pada kaum pribumi berdarah biru sehingga sepeda jadi alat transportasi yang bergengsi. Sejarah sepeda Onthel bermula ketika revolusi industry ke-2 pada tahun 1890. Bisa dibilang sepeda onthel sebuah mesin peninggalan tempo dulu, saksi bisu peradaban manusia. Keberadaannya kerap dipandang sebelah mata.

Kehadiran sepeda Ontel sempat marak dibumi nusantara. Berawal dari Tuan dan nyonya kompeni membawa sepeda langsung dari negerinya ke Indonesia. Dulu sepeda ontel (sepeda jengky) sempat menjadi primadona muda-mudi di jamannya dan menjadi kendaran berkelas pada saat itu.

Aslinya sepeda lawas itu dikenal dengan beberapa sebutan, seperti ontel, jengki, kumbang dan sundung. ”Tapi semuanya punya maksud yang sama, sepeda dengan model tinggi. Kalau jengki itu kan asalnya dari kata jingke (bahasa Betawi, artinya berjinjit), jadi waktu naiknya kita harus berjingke saking tingginya. Kalau ontel, ya artinya diontel atau dikayuh,” papar Agus, salah seorang penggemar sepeda onthel.

Dulu di era 60-an dan 70-an sepeda masih menjadi transportasi andalan. Hampir semua lapisan masyarakat menggunakannya sebagai transportasi andalan. Kini suasana itu nyaris tinggal kenangan. suara bel sepeda dan decik kayuhan sepeda yg ramai dipagi hari telah berganti dengan deru motor.

Ada banyak komunitas penggemar sepeda di Indonesia, bahkan hampir setiap jenis sepeda memiliki komunitas. Salah satunya adalah Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) DKI Jakarta. KOSTI adalah perkumpulan penggemar sepeda onthel.  Selain di Jakarta, KOSTI juga tersebar di setiap provinsi. Saat ini anggota KOSTI DKI Jakarta mencapai lebih dari 200.000 anggota yang tersebar di JABODETABEKA (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Karawang).

KOSTI DKI Jakarta membawahi 16 klub sepeda onthel. Di seluruh Indonesia lebih dari 18.000 komunitas sepeda onthel.  “Pecinta sepeda onthel sangat beragam mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat negara. Ketika diastas sepeda, kita semua sama tidak dibedakan oleh jabatan apapun dan selalu bersaudara” ujar Tedi Nugraha, Kabid Humas KOSTI

Selain untuk merekatkan hubungan kekeluargaan antara pecinta sepeda onthel,komunitas ini juga memudahkan para anggota merawat sepedanya dengan saling bertukar informasi mengenai sepeda onthel. Seperti Tedi misalnya, koleksi sepedanya mencapai 20 sepeda didapatnya dari sesama pecinta onthel. “Harga sepeda onthel sangat bervariasi, mulai dari harga Rp 25.000 hingga bisa mencapai harga Rp 12.000.000 bahkan hingga puluhan juta per unit” ujar Tedi.

Bahkan Tedi pernah mendapatkan sepeda onthel secara gratis. Koleksi sepeda onthelnya juga sering dipinjam untuk digunakan dalam adegan iklan, video klip, maupun film dan sinetron.  

Masyarakat mengincar sepeda buatan luar negeri, seperti Jerman dan Belanda. Sepeda onthel buatan Jerman atau Belanda mempunyai rangka yang lebih kuat. Untuk onthel buatan Indonesia memiliki kualitas rangka yang tidak sebagus buatan Jerman maupun Belanda.

Saat ini sepeda onthel model lama tak lagi diproduksi. Tak heran, harga sepeda onthel bermodel tua bisa menembus belasan juta rupiah. "Sepeda onthel yang banyak dicari adalah sepeda onthel buatan Jerman dan Belanda. Harganya bisa mencapai Rp 15 juta. Tapi kalau buatan Indonesia paling cuma Rp 500.000,"katanya.

Sebagai pecinta sepeda onthel Tedi, yang berprofesi di bidang periklanan ini banyak mendapatkan pengalaman menarik ketika tergabung dalam komunitas ini. Salah satunya, saat peringatan hari osteoporosis yang dihadiri oleh Presiden RI. Pada saat yang bersamaan KOSTI sedang melakukan pawai di daerah sekitar Bundaran HI. Saat pawai berlangsung, rombongan Kepresdenan RI melewati pawai tersebut.

Pawai tersebut dihadiri oleh puluhan ribu onthelis sehingga terjadi antrean yang sangat panjang. Hal tersebut membuat rombongan Kepresidenan harus berhenti sejenak agar dapat melewati jalan yang sudah dipenuhi oleh para onthelis. Akibat kejadian itu, Tedi sebagai Kabid. Humas KOSTI di panggil oleh pihak Kepolisian untuk menjelaskan masalah tersebut.   

Dari sekian merek sepeda onthel yang pernah beredar di Indonesia, barangkali hanya ada beberapa merek yang masih bertahan sampai sekarang. Misalnya Gazelle, Batavus, Simplex, Union, dan Raleigh. Namun, dari ketiga merek tersebut, hanya merek-merek Belanda yakni Gazelle dan Batavus yang masih memproduksi tipe sepeda onthel.

Sepeda onthel memiliki 2 jenis yang berbeda yaitu jenis sepeda laki-laki (Heren) dan perempuan (Dames). Sepeda onthel di Belanda memiliki julukan unik yakni opafiets (sepeda pria) dan omafiets (sepeda wanita) . Julukan ini barangkali lahir dari sejarah sepeda onthel yang cukup panjang, sehingga sepeda tipe ini cukup populer sejak seabad silam.

KOSTI memiliki banyak kegiatan yang berhubungan dengan sepeda onthel. Namun ada juga kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap minggu, seperti pertemuan untuk para anggota KOSTI DKI Jakarta dan setiap bulan untuk para anggota seluruh Indonesia. Kegiatan yang sering diadakan komunitas ini adalah kegiatan amal. [wah/sk]






KOMENTAR ANDA

Kontak KamiTentang KamiDisclaimerLowongan
Copyright © 2011 design by fonda > www.bitungpress.com